Fatal Frame 2
FATAL FRAME II CRIMSON BUTTERFLY
BACKSTORY
Desa Minakami adalah desa terpencil yang tiba tiba saja menghilang, setelah mengalami kegagalan dalam Crimson Ceremony. Crimson Ceremony itu sendiri dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, dengan menggunakan anak kembar berusia 15 tahun sebagai subjek utamanya. Didalam desa itu, terdapat beberapa bangunan penting untuk menjalankan ritual ini.
Yang pertama adalah Kurosawa House, yaitu rumah dari Ceremony Master yang digunakan sebagai tempat untuk ritual itu sendiri.
Yang kedua ada Kiryu dan Tachibana House/Twin House, yang digunakan sebagai proses pemurnian terhadap anak kembar yang digunakan dalam ritual ini. Ritual ini juga memiliki tahapan yang harus dilalui dahulu. Yang pertama, sebelum dilakukan ritual ini sepasang anak kembar akan diasingkan di Kiryu dan Tachibana House, kedua rumah ini hanya bersebelahan dan terdapat sebuah jembatan penghubung ditengahnya yang biasa disebut Heaven Bridge. Selama masa pengasingan, anak kembar itu harus melalui proses pemurnian agar kedua anak kembar itu bersedia menjadi Altar Twin (Altar Twin untuk sebutan kembar laki laki, dan Twin Shine Maiden sebutan untuk kembar perempuan).Dalam proses pemurnian ini, mereka juga diharuskan memakai kimono putih sampai ritual ini dimulai.
Proses ritual ini adalah kembar yang lebih muda harus mencekik mati kembar yang lebih tua, karna penduduk percaya bahwa kembar yang lebih tua memiliki kekuatan yang lebih. Setelah kembar yang lebih tua mati dicekik oleh saudaranya sendiri, tubuhnya akan dimasukan kedalam lubang yang bernama Helliss Abyss untuk menenangkan jiwa jiwa jahat didalamnya agar tidak keluar dari lubang tersebut.
Setelah ritual itu, kembar yang lebih muda akan diberikan tanda kupu kupu dilehernya dan mereka disebut sebagai The Remaining, yang juga ditugaskan untuk menjaga desa sebagai pendeta. Disisi lain, kembar yang sudah mati, dipercaya akan berubah menjadi kupu kupu merah yang bernama Crimson Butterfly dan berperan sebagai Dewa pelindung dari desa Minakami.
Setiap kali ritual berhasil dilaksankan, para penduduk akan membuat patung dewa kembar, yang diletakan disekitar desa tersebut.
Seraya menunggu ritual berikutnya yang akan dilaksanakan 10 tahun lagi, para penduduk desa akan menculik para pengunjung, untuk dijadikan sebagai Kusabi Sacrifice, dimana salah satu bagian tubuh tertentu akan dipotong, dan orang itu akan diikat sekujur tubuhnya dalam kondisi hidup. Hal ini mereka lakukan, karna mereka percaya bahwa tubuh para pengunjung dalam kondisi hidup, akan menenangkan jiwa jiwa jahat dalam Helliss Abyss untuk sementara waktu sebelum akhirnya dilakukan lagi Crimson Sacrifice.
Ritual ini sudah berlangsung selama bertahun tahun lamanya di desa Minakami dan secara kebetulan pasangan anak kembar selalu lahir setiap beberapa tahun sekali di desa tersebut, sampai pada suatu waktu terdapat pasangan anak kembar keturunan keluarga Tachibana yaitu Mutsuki dan Itsuki Tachibana, yang mendapat giliran menjadi Altar Twin. Setelah melalui proses pemurnian, Itsuki akhirnya mencekik mati Mutsuki. Namun diluar dugaan pada saat itu Crimson Sacrifice mengalami kegagalan dan membuat kematian Mutsuki menjadi sia sia.
Disaat itu juga, rambut Itsuki berubah menjadi putih secara keseluruhan, akibat trauma berat yang dialaminya setelah membunuh saudaranya sendiri.
Kegagalan dalam ritual ini diakibatkan ikatan persaudaraan antara Mutsuki dan Itsuki yang terbilang sudah sangat erat, bertolak belakang dengan syarat ritual itu sendiri. Jika Crimson Sacrifice gagal, maka akan terjadi insiden kutukan yang disebut sebagai The Repentance, dimana jiwa jiwa jahat akan bermunculan dari Helliss Abyss, dan menyelimuti desa dengan kegelapan.
Untuk mencegah terjadinya insiden tersebut, para penduduk memutuskan untuk melakukan ritual itu sekali lagi, 1 tahun kemudian setelah ritual tersebut dijalankan. kali ini sepasang anak kembar bernama Sae dan Yae yang ditunjukan untuk menjadi Twin Shine Maiden, mereka berdua adalah anak dari Ryokan Kurosawa, sang kepala desa sekaligus Ceremony Master didesa tersebut. Ryokan Kurosawa, sebenarnya juga telah menjadi Altar Twin/The Remaining.
Yae sangat menentang Crimson Sacrifice, karna menurutnya ritual itu sangat kejam, sehingga dia memutuskan untuk bekerja sama dengan Itsuki, dalam pelarian dari desa dimalam hari. Itsuki dan Yae meminta bantuan dari seorang temannya, Ryozo. Ryozo yang datang ke desa tersebut bersama dengan ahli cerita yang bernama Seijiro.
Saat waktunya telah tiba Itsuki segera membimbing Sae dan Yae kehutan dan memberi tahu mereka untuk segera pergi dari desa, Yae berlari sekuat tenaga meninggalkan desa, sedangkan Sae memintanya agar tidak terlalu terburu buru, karna sebenarnya Sae tidak ingin pergi meninggalkan desa dengan cara seperti itu. Sayangnya ditengah pelarian, secara tidak sengaja, Sae terjatuh dari ketinggian dan tertinggal di belakang. Yae juga sudah berlari terlalu jauh, sampai ia tersesat ditengah hutan dan meninggalkan Sae yang telah ditangkap oleh penduduk desa. Disisi lain Seijiro ditangkap oleh Ceremony Master, dan dijadikan sebagai Kusabi Sacrifice, sedangkan Ryozo terpaksa meninggalkan desa seorang diri, namun sebelum pergi, Ryozo berjanji kepada Sae dan Yae, bahwa dia akan kembali untuk menjemput mereka.
Mengetahui bahwa Itsuki adalah orang yang membantu Yae dan Sae kabur, para penduduk desa segera menguncinya dirumah penjara. Itsuki menghabiskan sisa sisa hidupnya dirumah penjara sampai pada akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Sedangkan Sae setelah ditangkap, dia digantung sampai mati dan tubuhnya dimasukan ke Helliss Abyss.
Semua hal ini telah membuat Crimson Sacrifice gagal untuk kedua kalinya secara berturut turut, menyebabkan insiden The Repentence sudah tidak bisa dicegah lagi. Seluruh desa menjadi terselimuti dengan kegelapan dan jiwa jiwa jahat mulai keluar dari Helliss Abyss, ditambah dengan proses ritual yang tidak seharusnya, Sae yang telah dimasukan ke Helliss Abyss telah terpengaruh oleh jiwa jahat kemudian mempengaruhi penduduk sekitar dengan jiwa jiwa jahat. Sae telah menjadi sosok hantu yang berkeliaran di desa Minakami bersama dengan jiwa jahat dari Kusabi. Pada akhirnya desa Minakami secara misterius menghilang dari wilayah tersebut, dan orang orang sekitar menyebut Minakami Village menjadi The Lost Village.
Singkat cerita, akhirnya Yae berhasil menemukan desa Minakami dengan tujuan untuk mencari Sae, tanpa tau bahwa Sae sudah dibunuh. Akibat terjadinya insiden The Repetence, dan Yae juga mengalami trauma berat, Yae jadi kehilangan ingatanya dan terjebak disana.
Disaat itu, Ryozo yang menepati janjinya, akhirnya kembali dan membawa Yae pergi dari desa Minakami. Tanpa mereka ketahui, sebagian jiwa Yae masih terjebak di desa Minakami sebagai wujud penyesalan Yae yang meninggalkan Sae seorang diri.
Komentar
Posting Komentar